Tenaga Pendidik Apresiasi Kepedulian Bupati Syamsuar Terhadap Dunia Pendidikan di Siak

SIAK SRI INDRAPURA - Sejumlah tenaga pendidik memberi apresiasi kepada Pemkab Siak yang dinilai begitu peduli dengan dunia pendidikan. Khususnya selama kepemimpinan Bupati Syamsuar dan Wakil Bupati Alfedri sejak tahun 2011 lalu, sektor pendidikan sangat diperhatikan. Hal itu dibuktikan dengan didirikannya pesantren di setiap kecamatan, program wajib belajar 12 tahun yang dikuatkan dengan Peraturan Daerah (Perda) dan beasiswa bagi mahasiswa setiap tahun hingga ke Mesir.

"Tak dipungkiri, kemajuan dunia pendidikan sangat luar biasa, selama Pak Syamsuar memimpin Siak sejak 2011 lalu. Tapi untuk nasib guru honorer, apa upaya yang sudah dilakukan Pemkab Siak selama ini, karena mereka juga bagian dari kita yang penghasilan setiap bulan belum memadai," tanya Kadri, kata salah seorang guru dari Sungai Mandau, pada kegiatan seminar sehari "Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI Sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat" yang ditaja PGRI Siak bersempena HUT PGRI ke-70 dan HGN tahun 2015 di Siak Sport Hall, Jumat (27/11/2015).

Kegiatan yang diikuti ratusan tenaga pendidik, Selain Bupati Siak H Syamsuar, juga hadir sebagai narasumber Sekjen PGRI M Kodrat Nugraha, Ketua PGRI Riau Syafril dan Abdul Kadir mewakili Disdik Provinsi Riau. Menjawab pertanyaan Kadri, Syamsuar mengaku, selama menjabat Bupati Siak dirinya terus berupaya untuk memperjungkan nasib guru honorer di Siak. Namun, sebagai kepala daerah, kebijakan terhadap nasib guru honerer merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

"Bagi saya, kerja adalah ibadah. Saya bekerja sesuai peraturan yang ada, dan saya komit menjalankan peraturan, sebab kalau melanggar bisa mencelakai saya," kata Syamsuar.

"Alhamdullilah, selama 4 tahun berturut-turut Pemkab Siak menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan," katanya.

Terkait masalah guru honorer dan juga semua tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemkab Siak, Syamsuar mengatakan, ia bersama Kepala BKD Siak yang juga Ketua PGRI Siak (Lukman, red), sering menyampaikan hal ini ke Pusat, melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

"Saya sudah upayakan agar semua tenaga honorer ini diangkat jadi PNS, tapi yang bisa memutuskan itu Pemerintah Pusat. Kita lihat beberapa bulan lalu, ribuan guru honorer unjuk rasa di Jakarta menuntut agar diangkat jadi PNS, tapi sampai sekarang kan belum ada jawabannya karena butuh proses. Tapi untuk honorer K2, Siak yang banyak lulus jadi PNS. Intinya, kebijakan ini adalah kewenangan Pusat, kita di daerah hanya bisa mengusulkan, yang memutuskan tetap Pusat, dan itu sudah saya lakukan selama ini," jelas Syamsuar dan disambut tepuk tangan ratusan guru yang hadir.

Bupati berharap, apa yang disampaikan guru-guru honorer di Siak ini hendaknya menjadi bahan bagi PGRI Riau dan Sekjen PGRI untuk memperjuangkannya ke Pusat.

Sekjen PGRI M Kodrat Nugraha membenarkan pernyataan Bupati Siak itu. Dia mengaku, PGRI selama ini tetap komit memperjuangkan nasib tenaga pendidik yang belum diangkat sebagai PNS, khususnya yang mengabdi di daerah-daerah terpencil."Tentunya semua keluhan guru-guru honorer di Siak menjadi PR bagi kami untuk menyampaikan dan memperjuangkannya ke Pemerintah Pusat. Mudah-mudahan, Pak Presiden memenuhi keinginan guru-guru honorer agar diangkat menjadi PNS, tak hanya di Siak, tapi seluruh Indonesia," jelasnya.

Sumber : GoRiau.com - 28 November 2015

Login Form

 

Penguatan Pendidikan Karakter Akan Diperkuat Dalam Peraturan Presiden

Penguatan Pendidikan Karakter Akan Diperkuat Dalam Peraturan Presiden

Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan diatur ke dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Bupati Siak Drs. H Syamsuar, M.Si Memberikan Ekspos Budaya Siak

Bupati Siak Drs. H Syamsuar, M.Si Memberikan Ekspos Budaya Siak

Bupati Siak Drs. H. Syamsuar menjadi salah satu kepala daerah di Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan ekspose Kebudayaan pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Penguasaan sains kunci sukses pemanfaatan bonus demografi

Penguasaan sains kunci sukses pemanfaatan bonus demografi

Komitmen terhadap penguasaan ilmu pengetahuan (sains) dan implementasinya dalam berbagai bidang akan menjadi kunci sukses pemanfaatan bonus demografi menuju kesejahteraan bangsa.

Anies Baswedan: Mendidik dengan "Reward and Punishment" Sudah Kuno

Anies Baswedan: Mendidik dengan

- Model pendidikan dengan memberi penghargaan dan hukuman bagi anak didik dinilai sudah ketinggalan zaman. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyebutkan, cara yang dikenal dengan istilah "reward and punishment" itu tidak efektif lagi diterapkan kepada anak-anak di masa sekarang.

Edukasi Pelajar Siak Terkait Wawasan dan Literasi Keuangan, Bupati Syamsuar Apresiasi OJK Riau

Edukasi Pelajar Siak Terkait Wawasan dan Literasi Keuangan, Bupati Syamsuar Apresiasi OJK Riau

SIAK SRI INDRAPURA - Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menyampaikan apresiasi kepada Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, beserta para narasumber dalam kegiatan edukasi bagi para pelajar SLTP dan SLTA di Kabupaten Siak terkait wawasan dan literasi keuangan.

Kabupaten Siak Tuan Rumah Porseni 2016

Kabupaten Siak Tuan Rumah Porseni 2016

SIAK SRI INDRAPURA - Kabupaten Siak ditunjuk Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Nasional tahun 2016 mendatang. Bupati Syamsuar juga mendapat penghargaan Dwidja Praja Nugraha Pendidikan, dari PB PGRI, sempena perayaan HUT PGRI ke-70 di Gelora Bung Karno, Minggu (13/12/2015).